Minggu, 27 November 2011

GBU

Hoi..Tulisan yang semoga menginspirasi semuanya …

Terjemahannya :

Jejak Kaki di Pasir

Suatu malam aku bermimpi aku berjalan di tepi pantai dengan Tuhan.

Di bentangan langit gelap tampak kilasan-kilasan adegan hidupku.

Di tiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir.

Satu pasang jejak kakiku, yang lain jejak kaki Tuhan.

Ketika adegan terakhir terlintas di depanku

Aku menengok kembali pada jejak kaki di pasir.

Di situ hanya ada satu pasang jejak.

Aku mengingat kembali bahwa itu adalah bagian yang tersulit dan paling menyedihkan dalam hidupku.

Hal ini menganggu perasaanku maka aku bertanya kepada Tuhan tentang keherananku itu.

"Tuhan, Engkau berkata ketika aku berketetapan mengikut Engkau,

Engkau akan berjalan dan berbicara dengan aku sepanjang jalan,

Namun ternyata pada masa yang paling sulit

Dalam hidupku hanya ada satu pasang jejak.

Aku tidak mengerti mengapa justru pada saat aku sangat membutuhkan Engkau,

Engkau meninggalkan aku?"

Tuhan berbisik, "Anakku yang Kukasihi

Aku mencintai kamu dan takkan meninggalkan kamu

Pada saat sulit dan penuh bahaya sekalipun.

Ketika kamu melihat hanya ada satu pasang jejak ,

ltu adalah ketika Aku menggendong kamu."

GOD BLESS US

Sabtu, 19 November 2011

ACOAC

A Chance Or A ChoiCe…

Bertemu adalah kesempatan..
Mencintai adalah pilihan..

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, itu bukan pilihan, itu kesempatan..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya..
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan..

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru disaat kita menyadari

bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada
pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya..
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan..

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai kesempatan dalam hidup kita..
Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia
adalah pilihan..

Mungkin kesempatan mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita..
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita
pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia.

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai..
Tetapi untuk belajar mencintai orang yang Belum Sempurna...Dengan cara yang Sempurna..

Mari Belajar mencintai dan menyayangi pasangan kita yang Belum Sempurna dengan cara yang Sempurna..

Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita..
Agar jiwa kita pun menjadi Sempurna di hadapan Tuhan..

Takdir yang mempertemukan..
Rancangan yang indah telah disiapkan oleh-Nya

Author: Anonymous