Minggu, 19 Juni 2011

IPM 3

KANDIDIASIS

Jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur C. albicans. Kandidiasis memiliki banyak macam dan rupa dan bergantung dari bebrapa faktor penyebabnya :

  • Acute Pesudomembranous Candidiasis (Oral Thrush)

    Suatu infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur C. albicans superficial (permukaan) yang berlebihan. Tampak sebagai plak mukosa yang putih, bergumpal atau sperti beludru yang dapat di bersihkan (Scraping). Setelah pembersihan akan tampak permukaan yang merah, kasar bahkan berdarah. Biasanya dijumpai pada permukaan lidah, pipi, dan paltum lunak.

    Diagnosis dapat dilakukan dengan melakukan kultur jamur C. Albicans dari apusan jaringan. Selai itu, daapt juga dengan pemeriksaan secara sitologik dengan pewarnaan PAS (Periodic Acid Schiff) dan KOH ( Pewarnaan Potasium Hidroksida)

    Pemberian topical dari obat-obat antijamur topical selama 2 minggu biasanya memberikan kesembuhan.


  • Acute Atropik Candidiasis (Antibiotik Sore Mouth)

    Penggunaan antibiotik spectrum luas, terutama tetrasiklin. Hal ini dikarenakan penggunaan antibiotik menekan pertumbuhan bakteri (Lactobacillus Acidophilus) sehingga ketidakseimbangan jumlah bakteri dan jamur (C.Albicans).

    Tampak sebagai daerah yang merah, mengelupas dan tidak menimbul. Biasanya terdapt pada daerah yang terkena penggunaan antibiotik. Diantaranya :

    • Pemakaian antibiotik secara sistemik (bibir, pipi, dan orofaring).
    • Pemakaian antibiotik topical / isap (lidah dan palatum)


  • Chronic Atropik Candidiasis (Denture Sore Mouth)

    Umunya terjadi pada pemakai gigi tiruan lengkap dan sebagian (15%-65%). Hal ini disebabkan karena biasanya pasien menggunakan gigi tiruan di waktu tidur. Organisme Candida sangat menyenangi daerah yang lembab khususnya di bawah gigi tiruan di perparah dengan jarangnya pembersihan gigi tiruan menyebabkan koloni candida yang menumpuk.

    Terapinya dengan memberikan perawatan antijamur pada gigi tiruan dan mukosa mulut serta apabila diperlukan memperbaiki gigi tiruan yang digunakan (goyang atau tidak pas lagi).


  • Chronic Hiperplastik Candidiasis

    Hal ini disebabkan oleh organisme Candida yang menembus permukaan mukosa dan menstimulasi respon hiperplastik. Penyebab pendukungnya diantaranya kebersihan mulut yang jelek, xerostomia (mulut kering), perokok. Lesi ini tampak sebagai lesi putih tegas, berbintil dengan beberapa daerah merah.

    Pemeriksaan dengan biopsy dan pewarnaan PAS atau hematoxylin dan eosin rutin. Pasien dengan kandidasis hiperplastik kronis harus diamati dengan cermat karena dapat dikaitkan dengan eritroplakia yang merupakan awal keganasan.

    Penggunaan antijamur topikaL yang memdai dapat memberikan kesembuhan.

IPM 2

Angular Cheilitis
( Poge' kan = Makassar)

Dah pernah liat ato dah pernah mengalami yang satu ini?

Angular Cheilitis adalah suatu keadaan luka yang berbentuk memanjang (fissure), sakit, kemerahan, umumnya bilateral dan terdapat pada sudut bibir. Banyak hal yang dapat menjadi penyebabnya diantaranya defisiensi nutrisi ( Vit. B2, B6, asam folat), Defisiensi besi, oral hygiene jelek, dimensi vertikal menurun, pengguanaan antibiotik spectrum luas.

Angular cheilitis juga sering dikaitkan dengan C. Albicans yang di anggap sebagai salah satu faktor pemicu terjadinya ditamabah dengan keadaan host yang menunjang untuk pertumbuhan jamur ini. C. albicans memang organisme yang terdapat di dalam rongga mulut (flora normal) tapi dapat bersifat pathogen apabila jumlahnya tidak seimbang dengan mikroorganisme lainnya dalam mulut.

Untuk pengobatan atau perawatan Angular Cheilitis dapat diberikan obat antijamur (topical) dan juga pastinya memperbaiki faktor predisposisi yang dapat memicu terjadinya hal ini.

IPM

Sariawan (Recurrent apthosa Stomatitis)

(Purupepe = Makassar)

Untuk yang satu ini pasti smuanya pernah mengalaminya. Rasanya sakit, sulit makan, dll…

ARgh…padahal bentuknya kecil , tapi koq menyiksa sih… hehehehe…..

Sariawan = Recurrent Apthosa Stomatitis, sesuai namanya penyakit ini sering berulang dan masih blum diketahui apa penyebab pastinya. Beberapa mengkaitkannya dengan faktor stress, hormonal, defisiensi nutrisi, alergi,penyakit sistemik bahkan keturunan.

Sariawan terbagi atas 3 macam :

  • Minor apthosa

    Bentuknya kecil, bulat, kekuningan, φ < 2 mm, tidak menimbulkan jaringan parut pada akhir penyembuhannya. (1-2 minggu)

  • Mayor apthosa

    Bentuknya besar, bulat, kekuningan, φ >2 mm, dan biasanya meniggalkan jaringan parut pada akhir penyembuhannya. (2-4 minggu)

  • Herpetic Form

    Hal yang pasti terlihat pada RAS jenis ini terdapat khususnya pada daerah bibir. Gambaran mencolok berupa erosi kelabu-putih yang jumlahnya banyak.


Selain faktor penyebab RAS seperti faktor stress, hormonal, dan alergi. Kita juga sering sariawan jika secara tidak sengaja tergigit. Jenis ini disebut Ulkus traumatik mekanik dan masih merupakan bagian dari RAS. Bentuk RAS ini terlihat memanjang, tepi irregular, kemerahan.

Trauma yang dimaksudkan dapat berupa mekanik (terigigit, alat orto), thermal (rokok, makanan panas), kimia (obat-obat bersifat iritatif : fenol ). Pengobatan untuk jenis ini dengan menghilangkan atau memperbaiki faktor penyebabnya.

Untuk perawatan dan pengobatan RAS biasanya menggunakan obat – obat yang ada di jual di apotik seperti (Albo***) dan ( Aloc****). Obat- obat ini biasanya untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhannya. Penyakit ini memang dah biasa dianggap klo muncul tapi dapat juga dapat dicurigai adanya keganasan apabila tidak kunjung sembuh.